
Budaya Organisasi
Dari I. Barnard ke Michael E. Porter
Penerbit : Midada Rahma Press
Jakarta, Agustus 2007
Simpulan Penelitian
Dari 144 indikator nilai-nilai budaya organisasi secara teoretis dan bersifat interdependensi, setelah mengalami proses penyederhanaan dan reduksi serta perampingan melalui analisis faktor ditemukan 85 variabel yang secara empiris dapat diproses dalam prosedur analisis faktor selanjutnya. Melalui prosedur analisis faktor ditemukan sembilan nilai-nilai budaya organisasi yakni: nilai budaya organisasi kualitas pelayanan perpajakan, responsif, cerdas, patuh pada atasan, sederhana, pembelajaran, inovatif, efrsien, dan beda pendapat.
Budaya Organisasi oleh Safri Nurmantu
Rendhy Institut Stiami
January 19, 2019
Rendhy Institut Stiami
January 19, 2019
Judul buku: Pengantar Perpajakan
Penulis: Safri Nurmantu
Penerbit: Jakarta Granit, 2005
Tebal: xii + 190 halaman
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Banyak anggapan yang menyebutkan bahwa keberadaan suatu negara ditopang oleh adanya penduduk, wilayah dan pemerintahan yang berdaulat atau mendapatkan pengakuan internasional. Namun sebenarnya ada pilar keempat yang sangat penting, yakni sistem perpajakan negara yang berjalan baik, bersih dan adil. Pajak berfungsi membiayai negara dan pembangunan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Inilah yang membuat suatu negara dapat bertahan dan berkembang.
Di Indonesia, potensi kebocoran pajak terbilang besar dan dianggap sebagai kata yang “menakutkan” bagi rakyat yang masuk kategori “Wajib Pajak”. Banyak kasus para wajib pajak yang menghindari membayar pajak, bahkan ada yang melakukan penggelapan pajak, seperti dalam kasus Gayus Tambunan. Hal ini bisa terjadi karena lemahnya penegakan hukum dan aparat perpajakan yang harus dibersihkan dari koruptor.
Oleh karena itu, perlu ada upaya dialog dan sosialisasi mengenai perpajakan yang mengatur hak dan kewajiban warga negara dalam membayar pajak. Ini dilakukan untuk menghapus prasangka negatif mengenai pajak.
Buku Pengantar Perpajakan ini cocok dibaca oleh mahasiswa, pengusaha, aparat perpajakan dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian untuk memajukan kesejahteraan rakyat.
Isi Buku:
1. Fungsi pajak
2. Penggolongan dan jenis pajak
3. Justifikasi dan jenis pajak
4. Sistem perpajakan
5. Hukum pajak
6. Kepatuhan dalam perpajakan
7. Perpajakan internasional
Pengantar Perpajakan oleh Safri Nurmantu
Rendhy Institut Stiami
January 17, 2019
Rendhy Institut Stiami
January 17, 2019
Jakarta – STIAMINEWS – Penyelenggaraan seminar yang dilakukan secara periodik untuk seluruh program yang kali ini diselenggrakan oleh Program Vokasi merupakan program wajib yang diikuti mahasiswa dalam rangka peningkatan wawasan pengetahuan sehingga terbangun atmosfir akademik guna mendukung terwujudnya tradisi budaya ilmiah di lingkungan Institut Stiami yang memiliki kepekaan dan senstifitas terhadap persoalan – persoalan kebangsaan sebagai pengejawantahan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan mengangkat tema mengenai “Peranan Pendidikan Vokasi Dalam Ragka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Era Keterbukaan Informasi” seminar nasional ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 03 Februari 2018 bertempat di Hotel Daily Inn, Jl. Jenderal Ahmad Yani Kavling 67, Cempaka Putih Timur Jakarta Pusat
Seminar Nasional ini menghadirkan pembicara Bpk. Haryadi, Ph.D. (Bidang Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi Direktur Jenderal Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI), Prof. Dr. John Hutagaol, M. Acc, SE. Ak. (Direktur Perpajakan Internasional Kementerian Keuangan RI) dan Bpk. Drs. Asep Gunawan, MM (Direktur Bina Pemagangan Direktorat Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI) dengan moderator Bpk. TS Reza. SE. MM, dihadiri oleh 525 peserta yang terdiri dari Mahasiswa Program Vokasi dan Dosen Institut STIAMI.
Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM selaku Rektor Institut Stiami dalam sambutannya menyampaikan kebutuhan akan kompetensi terapan yang langsung dapat memenuhi kebutuhan industri dilahirkan oleh lulusan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi dalam prosesnya menekankan pada pengembangan praktek/terapan dibanding yang sifatnya teoritis. Peserta didik diberikan kemampuan yang dapat memberikan solusi dan pengembangan kreativitas berbasis potensi individu. Industri memerlukan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan program perusahaan. Proses adaptasi menjadi lebih singkat, karena lulusan pendidikan vokasi dapat langsung memahami dan melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan industri.
Institut STIAMI melalui Program Diploma III Manajemen Perpajakan, Program Diploma III Administrasi Bisnis dan Program Diploma IV atau Sarjana Terapan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah telah mencanangkan dalam Rapat Kerja Manajemen beberapa waktu lalu berupa Program Revitalisasi. Menurut Bpk. Ardiansyah, SE, MA selaku Direktur Program Vokasi, Program ini diharapkan akan mendorong Program Vokasi Institut STIAMI bisa menjadi Program Vokasi yang dapat diandalkan di tingkat nasional bahkan bisa mewarnai juga di tingkat internasinoal. Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan dari Kementerian Ristek Dikti, Kementerian Ketenagakerjaan dan tentunya juga kepada Direktorat Jenderal Pajak RI untuk dapat membantu menyukseskan keinginan kami mewujudkan keunggulan Program Vokasi sehingga berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.
Materi narasumber yang dimulai oleh Prof. Dr. John Hutagaol, M. Acc, SE. Ak. (Direktur Perpajakan Internasional Kementerian Keuangan RI) menyampaikan “Perekonomian selalu berkembang dan terus maju dimana kita sedang menghadapi era digital ekonomi. Jika dilihat dari aspek perpajakan, semua komunitas di dunia mendorong keterbukaan dibidang perpajakan yang akan menciptakan iklim yang kondusif. Lingkungan pajak sekarang sudah berubah hal ini karena dipengaruhi oleh globalisasi dan digitalisasi sehingga diminta keterbukaan dalam hal regulasi, untuk itu pemerintah sedang memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk diseleksi agar mendapat sertifikat Brevet A. Dalam era digital ini yang harus dibangun adalah kolaborasi, terjadinya perubahan yang mendasar mengenai cara kita berlajar, berkomunikasi dan berusaha yang berdampak pada presentasi mahasiswa yang murni sekitar 10-15% dan sisanya adalah pelaku usaha dengan memanfaatkan peluang e-commerce ”
Drs. Asep Gunawan, MM (Direktur Bina Pemagangan Direktorat Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI) menyampaikan Program Vokasi mengajarkan proses how to know and how to do, hal ini menjadikan peningkatan kualitas SDM di Indonesia menjadi sangat strategis. Tiga pilar sistem pengembangan berbasis kompetensi, dapat diterapkan dalam sistem pendidikan vokasi. Kurikulum didesain kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), disertifikasi kompetensi oleh otoritas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai upaya penjaminan mutu lulusan program vokasi yang berdampak pada peningkatan kualitas dan daya saing lulusan pendidikan vokasi.
Dunia kerja nasional yang didominasi oleh tenaga kerja under-qualified memerlukan terobosan dalam hal peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi syarat mutlak dalam peningkatan daya saing. Peningkatan daya saing tenaga kerja melalui pemagangan nasional merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dan lembaga
Narasumber terakhir yaitu Bpk. Haryadi, Ph.D. (Bidang Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi Direktur Jenderal Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI) menyampaikan materi mengenai optimalisasi pendidikan vokasi dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi, sebaran 14 kawasan industry prioritas hingga revitalisasi pendidikan vokasional. “Jika kita ingin mempunyai dasa saing maka vokasional harus ditingkatkan” ujarnya.
Mahasiwa memanfaatkan momentum kehadiran para narasumber sebagai Stakeholder dengan menjadi peserta yang aktif menyimak bahkan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan. Seminar Nasional ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa vokasi karena dunia kerja memerlukan SDM handal dan kompetitif, mahasiswa vokasi diharapkan dapat langsung memahami dan melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja pada era keterbukaan informasi, yang sejatinya memerlukan level kompetensi dari mulai teknis, manajerial dan practice. Kerjasama pemagangan bersertifikasi dan kolaborasi antara program vokasi perguruan tinggi dengan para stakeholders diperlukan untuk membantu lulusan siap kerja, mudah diterima di dunia kerja, yang akan berkontribusi pada penurunan angka pengangguran. (selvi)
sumber : www.stiami.ac.id
Peranan Vokasi Dalam Peningkatan Kualitas SDM Di Era Keterbukaan Informasi
Rendhy Institut Stiami
February 03, 2018
Rendhy Institut Stiami
February 03, 2018
Bekasi – STIAMINEWS – Institut STIAMI Kampus Bekasi pada hari Minggu, 01 Oktober 2017 melakukan peresmian Gedung B/RA Kartini. Acara ditandai dengan penyambutan oleh panitia dengan menggunakan pakaian adat abang mpok Kota Bekasi. Dipenuhi oleh beberapa pejabat kampus serta relasi yang datang seperti Ketua Pembina Yayasan Ilomata Dr. H.M. Syahrial Yusuf SE, MM, 2 guru besar Prof. Dr. Safri Nurmantu, M.Si dan Prof Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, Rektor Institut STIAMI Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM, Dr. Reni Hendrawati, MM selaku Kepala BKPPD Kota Bekasi dan Ketua APTISI Kota Bekasi Bpk. Ir. Makmor Santoso, MT. Sebelum dimulainya acara ada pembagian Santunan kepada Anak Yatim warga sekitar Kampus Bekasi Gedung RA Kartini.
Acara dibuka dengan penjelasan pembangunan oleh Warek II Dr. Hartono, SE, MM dan laporan perkembangan kampus Bekasi oleh ibu Diana Prihardini, S.Sos, M,Si sebagai Kepala Kampus yang melaporkan perkembangan kampus Institut STIAMI Bekasi yang dari awal 2012 hingga 2017 dengan memiliki 2200 mahasiswa aktif.
Dilanjutkan dengan Sambutan dari Ibu Dr. Reni Hendrawati, MM sebagai Kepala BKPPD Kota Bekasi yang berharap bahwa persemian ini memberikan fungsi dalam menyiapkan prasarana dan sarana yang baik sehingga proses belajar mengajar di Institut STIAMI ini bisa berjalan lebih baik lagi. Untuk menghibur para undangan yang datang Putra Putri Kampus menampilkan Tarian Kreasi Betawi.
Rektor Institut STIAMI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembukaan Gedung ini juga disiapkan untuk kelas Internasional. Sesuai dengan Renstra Institut STIAMI dibeberapa tahun kedepan bisa memiliki mahasiswa ataupun kelas Internasional sehingga bisa bersaing dikawasan Nasional dan regional ASEAN.
Peresmian Gedung secara simbolis dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Dr. H.M Syahrial Yusuf, SE, MM, Penandatanganan Prasasti oleh Rektor Institut STIAMI, Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM serta pemotongan tumpeng perwakilan dari yayasan ilomata Prof. Dr. Safri Nurmantu, M.Si dan yang terakhir yaitu survey gedung dan ramah tamah. (Selvi/Irfan7oy)
sumber : www.stiami.ac.id
Institut Stiami Meresmikan Gedung Kampus Baru Di Bekasi
Rendhy Institut Stiami
October 02, 2017
Rendhy Institut Stiami
October 02, 2017
Jakarta – STIAMINEWS – Salah satu kegiatan Ilmiah yang rutin diadakan Institut STIAMI ialah bedah buku yang diadakan oleh program studi dan difasilitasi dari bagian perpustakaan. Buku yang dibedah dilihat dari kesesuaian isi materi dengan program studi yang dipelajari di kampus tersebut. Salah satu bedah buku yang dilakukan baru – baru ini adalah Bedah Buku ‘Public Administration’ dari David H. Rosenbloom yang diadakan oleh Program Pascasarjana S-2 Institut STIAMI di Kampus Suprapto pada Kamis, 18 Mei 2017.
Acara yang dibuka oleh Kaprodi Magister Administrasi Publik Dr. Mary Ismowati, M.Si yang dilanjutkan oleh Sambutan oleh Dr. Taufan Maulamin, SE.Akt, MM. Beliau menjelaskan bahwa pentingnya diskusi ilmiah dengan acara ini sehingga banyak wawasan yang bisa disampaikan dari para ahli administrasi khususnya publik untuk bisa menjadi materi ajar yang kredibel dan kekinian. Beliau juga sangat mengapresiasi acara ilmiah ini dan berharap bisa diselenggarakan rutin ditiap beberapa bulan sekali dalam rangka membahas buku – buku yang disesuaikan dengan issue sosial saat ini untuk mengupgrade kualitas ajar di Pascasarjana Institut STIAMI.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan buku yang sudah dibedah oleh Prof. Dr. Safri Nurmantu, M.Si dan Dr. Mary Ismowati, M.Si. Secara garis besar teori Administrasi Publik menurut buku David H. Rosenbloom yang sering dibahas adalah ada tiga perkembangan paradigma dalam Studi Administrasi Publik yaitu : (1) Manajerial (2) Politik dan (3) Legal. Dan Rosenbloom menunjukkan bahwa Administrasi Publik merupakan pemanfaatan teori – teori dan proses – proses manajemen, politik dan hukum untuk memenuhi mandat pemerintah dibidang legislatif, eksekutif dan yudikatif, dalam rangka fungsi – fungsi pengaturan dan pelayanan terhadap masyaralkat keseluruhan atau sebagian.
Setelahnya Dr. Bambang Istianto, M.Si memaparkan perkembangan Ilmu Administrasi hingga saat ini yang semakin banyak teori – teori Administrasi yang sudah tidak dipandang menarik oleh khalayak banyak. Untuk itu beliau sangat apreciated kepada Institut STIAMI yang masih eksis dengan berbagai kemasan kurikulum yang menarik untuk dipelajari dari administrasi ini. Dr. Ir. A.H. Rahadian, M.Si selaku Kepala LPPM Institut STIAMI ikut berkontribusi dalam melihat fenomena Ilmu Administrasi saat ini dan juga kegiatan bedah buku ini yang sangat dibutuhkan oleh setiap perguruan tinggi dalam hal menjalani tri dharma perguruan tinggi yang menjadi value untuk kualitas pendidikan dan penelitian keilmuan.
Diakhir pertemuan ini Kaprodi Magister Adm. Publik Ibu Mary juga me-launching tim riset dosen Pascasarjana serta beberapa jadwal Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) beberapa bulan kedepan sebagai implementasi dari salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu penelitian dan pengabdian pada masyarkat. (Irfan7oy)
sumber : www.stiami.ac.id
Bedah Buku ‘Public Administration’ Dari David H. Rosenbloom
Rendhy Institut Stiami
May 19, 2017
Rendhy Institut Stiami
May 19, 2017








